Transportasi Tradisional Indonesia – Transportasi telah banyak mengalami perkembangan, Indonesia negara yang kaya akan sumber daya alam, memiliki beberapa transportasi tradisional yang unik. Kemudian, di beberapa provinsi masih digunakan untuk transportasi sehari-hari.

Meski transportasi tradisional Indonesia kalah canggih dari negara lain. Namun transportasi tradisional Indonesia memiliki nilai yang sangat berharga dan penting karena dapat memperkaya warisan budaya bangsa Indonesia. Di sisi lain, banyak miniatur makhluk yang menjadikan alat transportasi tradisional sebagai miniatur dan sering diperdagangkan di pasar Internasional. Digunakan sebagai oleh-oleh dari Indonesia.

Sejarah

Jawa menjadi pusat perkembangan peradaban nusantara sejak abad ke-4. Kemudian, kuda telah terbiasa bepergian karena kekuatan dan kecepatannya. Apalagi transportasi yang dikembangkan juga menggunakan jasa kuda. Di sisi lain, Indonesia sebagai negara maritim, perahu merupakan alat transportasi yang penting dan sebenarnya digunakan untuk komunikasi sejak awal peradaban. idnplay

Sedangkan keberadaan transportasi dari masa lalu masih kita jumpai hingga sekarang. Padahal hanya dalam jumlah sedikit. Ada beberapa transportasi tradisional di setiap wilayah Indonesia.

Delman

Delman artinya Gerobak. Wagon menggunakan kuda sebagai mesin penggeraknya. Dibuat dari kayu dengan roda dua, tiga, atau empat di kiri atau kanan.

Delman banyak dijumpai di ibu kota seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, dan provinsi lainnya, lalu penumpang duduk berseberangan dan seorang tukang taksi memimpin jalan berkuda.

Sedangkan nama Delman berasal dari nama penemunya, Charles Theodore Deeleman. Dia adalah seorang litografer dan insinyur di era Hindia Belanda. Belanda menyebut transportasi ini dengan dos-à-dos. Arti literal dari bahasa Perancis berarti duduk bersandar.

Delman saat ini digunakan sebagai lingkungan transportasi dalam perjalanan singkat atau di pedesaan. Namun di beberapa kawasan terutama di kawasan wisata, Delman diperbolehkan beroperasi dengan mengikuti aturan kebersihan perkotaan.

Klotok

Di Kalimantan Tengah, orang biasanya menggunakan nama perahu “Klotok”. Perahu ini terbuat dari kayu dan menggunakan tenaga mesin diesel untuk menampung kurang lebih 5 sampai 30 orang tergantung dari ukuran perahu.

Kemudian, perahu besar tersebut dilengkapi dengan setir mirip kendaraan roda empat dan digerakkan oleh pengemudi perahu. Sedangkan ada orang lain yang bertugas mengarahkan baling-baling dan membuang air sungai.

Sedangkan penumpang biasanya duduk di barisan depan dan tengah perahu. Lalu, bagasi diletakkan di bagian belakang.

Perahu ukuran besar memiliki atap yang terbuat dari plastik yang ditempelkan pada rangka besi melengkung dari kiri ke kanan. Biasanya digunakan oleh karyawan perusahaan yang melakukan perjalanan menyusuri sungai dari hulu hingga hilir.

Onthel

Onthel adalah sepeda yang sering disebut sepeda unta dan sepeda kebo. Bannya berukuran hingga 28 inci yang digunakan sebagian besar masyarakat pada tahun 1970 sebagai alat transportasi. Kemudian di beberapa daerah di pulau Sumatera, Onthel dikenal dengan sebutan Kertangin.

Sedangkan nama Onthel berasal dari kata “Mengonthel” yang artinya mendayung. Digunakan untuk menggerakkan sepeda dengan mengayuh beberapa kali sesuai kecepatan. Namun, kecepatan Onthel sedikit lebih lambat dibandingkan sepeda lainnya. Pada tahun 2000, Onthel mulai berubah menjadi barang antik dan unik kemudian diburu oleh para kolektor.

Onthel memiliki perbedaan antara pria dan wanita. Onthel untuk pria memiliki pembatas melintang di bawah sadel, sedangkan untuk wanita memiliki besi yang panjang seperti busur di bawah sadel. Saat ini keberadaan Onthel tak tergantikan dengan transportasi modern. Onthel kini banyak dijumpai di alun-alun Fatahillah, Jakarta Utara.

Ada beberapa jenis Onthel:

– Penjual

– Gazelle

– Magnet

– Phoenix

– Simpleks

– Rih

– Sparta

– Batavus

Becak

Becak adalah becak dengan alat transportasi roda tiga yang banyak ditemukan di Indonesia dan beberapa negara di Asia. Hanya bisa membawa dua penumpang dan satu pengemudi.

Becak biasanya dapat ditemukan di beberapa daerah seperti pedesaan, pedesaan atau jalan-jalan kecil lainnya. Banyak orang terutama wanita menggunakan ini untuk menjalankan belanjaannya dari pasar.

Becak menjadi kebanggaan dalam beberapa dekade antara tahun 1970 hingga 1980. Pada era tersebut, angkutan umum di kota-kota besar di Indonesia belum banyak. Kemudian kelebihan menggunakan becak adalah ramah lingkungan dan tidak menimbulkan suara bising layaknya sepeda motor. Becak juga tidak membuang aliran gas emisi karbon monoksida yang seringkali menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Di sisi lain, kekurangannya adalah visibilitas pengemudi yang rendah dapat menyebabkan kecelakaan bagi penumpang. Becak juga dikenal sebagai transportasi dengan indikator keselamatan yang minim. Apalagi becak bisa menyebabkan kemacetan karena kecepatan rata-rata hanya 10-15 km per jam. Ini dianggap sangat lambat dibandingkan sepeda motor. Maka, Jakarta, ibu kota Indonesia, secara resmi melarang keberadaan becak. Alasan resminya adalah ada eksploitasi manusia terhadap pengemudi.

Cikar

Cikar merupakan transportasi tradisional bagi petani. Masih digunakan oleh sebagian petani di Desa Wadung, Kota Tuban, Jawa Timur untuk membantu di persawahan dan sawah. Cikar juga digunakan untuk mengangkut tanaman dan pupuk.

Cikar secara umum merupakan angkutan pertama milik Dinas Perhubungan Bermotor Republik Indonesia (DAMRI) yang berperan aktif saat perjuangan kemerdekaan tahun 1946.

Bagi sebagian orang, terutama di pedesaan, Cikar masih digunakan sebagai sarana transportasi untuk melintas di daerah tersulit bahkan untuk truk. Dengan demikian terdapat batuan atau kondisi alam yang terjal.

Kemudian, Cikar membuat hampir 90 persen dari kayu. Dilengkapi dengan dua roda yang disambung melintang dan gerobak ditarik oleh dua ekor sapi. Sedangkan rodanya terbuat dari kayu dengan ban karet di tepinya. Di sisi lain, Cikar umumnya ditarik oleh dua ekor sapi dan digunakan untuk mengangkut beban barang, seperti hasil pertanian atau orang.

Bentor

Bentor adalah alat transportasi gabungan antara becak dan sepeda motor. Kemudian sering disebut juga becak. Sebagian besar bisa ditemukan di Gorontalo, pulau Sulawesi.

Sumatera Utara merupakan provinsi lain yang masih menggunakan Bentor. Namun ada perbedaan antara Sumatera Utara dan Gorontalo.

Pengemudi di Sumatera mengemudi di samping penumpang, sedangkan pengemudi di Gorontalo duduk di belakang penumpang. bisa membawa lebih dari dua penumpang.

Bentor menggunakan roda tiga dan untuk membangun satu Bentor membutuhkan biaya sekitar 2,5 juta hingga 5 juta rupiah. Di sisi lain, konstruksi Bentor cukup unik. Kepala motor diganti becak sedangkan jok belakang masih tetap ada.

Apalagi, penumpang akan duduk di kereta, dan lainnya bisa duduk di kursi pengemudi. Bahkan di beberapa tempat, Bentor bisa memuat hingga tujuh orang. Terutama untuk membawa siswa.

Di sisi lain, keberadaan Bentor mampu menyaingi angkutan umum lainnya. Dengan demikian desainnya kuat dan mampu menempuh jarak hingga ratusan kilometer.

Jukung

Jukung adalah sarana transportasi air yang banyak ditemukan di Kalimantan Selatan. Ini sering digunakan di sungai Barito dan Kahayan. Ciri khas Jukung terletak pada proses pembuatannya. Proses pembuatan Jukung berbeda dengan perahu tradisional lainnya.

Masyarakat Kalimantan membuat Jukung dengan sistem pembakaran rongga kayu bulat. Apalagi pembuatan proses ini sudah 2500 tahun. Jadi, Jukung merupakan salah satu alat transportasi tradisional tertua yang masih digunakan hingga saat ini tanpa ada perubahan dalam proses pembuatan Jukung.

Di sisi lain, sebagian besar perahu di Bali sering disebut Jukung. Perbedaan antara Jukung Bali dan Kalimantan terletak pada bentuknya. Bentuk perahu yang mirip moncong ikan ini dapat ditemukan di hampir semua pantai di Bali baik di Bali Utara, Bali Barat, Bali Selatan dan pantai timur.